Makassar – Rapat Evaluasi Proposal, Negosiasi Teknis, dan RAB Proyek FOLUR diselenggarakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Ruang Rapat Senat Lantai 2 Fakultas Kehutanan Unhas. Pertemuan lintas sektor ini mempertemukan pihak pemberi dan pelaksana pekerjaan, yang dihadiri oleh Ketua Tim Prof. Dr. Ir. Amran Achmad, M.Sc., beserta tenaga ahli Prof. Dr. Supratman, S.Hut., M.P., Dr. Asrianny, S.Hut., M.Si., Chairil, S.Hut., M.Hut., dan Wardiman Mas’ud, S.Hut., M.Hut. Turut hadir pula Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek FOLUR Kemenhut, Darmawan, S.Hut., M.Sc., dan Koordinator Proyek Folur I Wayan Gede Mandyasa, S.Pi, M.E.,M.P.P beserta tim.
Agenda utama pertemuan berfokus pada evaluasi proposal, klarifikasi pendekatan, metodologi, ruang lingkup, jadwal, serta keluaran kegiatan secara komprehensif. Kehadiran para pakar Fakultas Kehutanan Unhas sebagai pihak pelaksana menegaskan kesiapan institusi dalam mengawal tahapan program swakelola tipe II di Kabupaten Luwu. Pembahasan diarahkan agar seluruh dokumen perencanaan hingga instrumen regulasi dapat tersusun terarah dan akuntabel.
Fokus berikutnya mencakup negosiasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan rincian kebutuhan biaya setiap komponen kegiatan. Evaluasi anggaran dilakukan cermat agar pos pembiayaan selaras dengan Standar Biaya Universitas Hasanuddin dan ketentuan kementerian, serta dibahas mendalam guna memastikan pengelolaan termin dana proyek berjalan tertib.
Pihak Kementerian Kehutanan menekankan pentingnya kepatuhan prosedur pelaporan dan transparansi penggunaan anggaran yang didukung dokumen sah. Koordinasi erat antara tim pelaksana universitas dan kementerian, termasuk pelibatan tenaga surveyor, dibahas seksama guna memaksimalkan efektivitas program dan pemenuhan data teknis pendukung di tingkat tapak.
Rangkaian pertemuan ditutup dengan penyepakatan hasil evaluasi dan negosiasi antara pemberi dan pelaksana pekerjaan sebagai landasan formal tindak lanjut Swakelola Tipe II. Penandatanganan daftar hadir dan dokumentasi bersama seluruh peserta, termasuk perwakilan kementerian seperti Lidwina Tarra dan Rizki Kurnianto, menandai kuatnya kesepahaman awal kedua belah pihak. Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan penyempurnaan dokumen proposal dan RAB sesuai klarifikasi teknis sebelum penandatanganan kontrak kerja.





