Tamalanrea-Makassar. Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses menyelenggarakan Kuliah Umum yang menghadirkan Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Dr. Ir. Mahfudz, M.P., sebagai pembicara tunggal. Kegiatan bertema “Transformasi Kehutanan Berbasis Ekologi: Produktivitas, Hilirisasi, dan Pertumbuhan Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045” ini berlangsung di Aula Fakultas Kehutanan Unhas.
Acara yang diselenggarakan pada Senin, 7 September 2026, dan merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-70 Universitas Hasanuddin tersebut dipandu langsung oleh Dekan Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Ir. A. Mujetahid M., S.Hut., M.P., IPU., yang bertindak sebagai moderator sekaligus mendampingi pembicara. Kehadiran pimpinan Fakultas Kehutanan ini memberikan pengantar serta mengarahkan jalannya diskusi interaktif bersama ratusan sivitas akademika yang memadati ruang aula.
Dalam pemaparannya, Dr. Ir. Mahfudz, M.P. menekankan pentingnya perubahan cara pandang terhadap hutan yang tidak lagi sekadar dilihat sebagai kumpulan pohon atau komoditas ekstraktif-linear, melainkan sebagai infrastruktur alami pembangunan. Hutan harus dipahami sebagai entitas ekologis dan sosial komprehensif yang berfungsi ganda sebagai penyangga kehidupan, penyerap emisi karbon, serta penggerak sirkular bioekonomi yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Sekjen Kementerian Kehutanan RI ini menjelaskan bahwa seluruh arah kebijakan strategis tersebut merupakan bentuk nyata perwujudan Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam hal swasembada pangan, energi, dan air (Asta Cita 2), penguatan kualitas SDM dan SMK Kehutanan sebagai pusat unggulan (Asta Cita 4), hilirisasi industri berbasis sumber daya alam (Asta Cita 5), peningkatan produktivitas Perhutanan Sosial untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (Asta Cita 6), serta komitmen menjaga hutan sebagai paru-paru dunia (Asta Cita 8).
Selain itu, dalam materi kuliah umumnya turut dikupas pula usulan klaster materi muatan RUU Kehutanan dari pemerintah. Klaster tersebut mencakup 13 poin penting, mulai dari pengertian dan batasan definisi, penguasaan hutan oleh negara, status dan fungsi hutan, kecukupan luas kawasan dan tutupan hutan, hingga sistem informasi, pendanaan, serta penegakan hukum kehutanan yang berkeadilan.
Prof. A. Mujetahid selaku moderator menggarisbawahi bahwa kehutanan bukan sekadar urusan kayu, melainkan model pembangunan menyeluruh yang mencakup Asta Cita Presiden, tata kelola yang baik, penguatan kelembagaan, hingga integrasi sistem informasi kehutanan dan digitalisasi. Beliau juga menambahkan bahwa pada setiap awal semester di tahun ajaran baru, Fakultas Kehutanan Unhas selalu menghadirkan mata kuliah kehutanan terkini untuk membekali mahasiswa dari berbagai angkatan, mulai dari angkatan baru hingga tiap angkatan, agar memahami arah transformasi baru sektor kehutanan.
Kuliah umum ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang sangat antusias antara mahasiswa, dosen, serta para tamu undangan dengan pembicara. Melalui kegiatan ini, Fakultas Kehutanan Unhas berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi multipihak serta terus meningkatkan peran perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kualitas pendidikan tinggi kehutanan.





