Makassar – Dalam upaya mengoptimalkan tata kelola kawasan hutan pendidikan, Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Brawijaya (UB Forest) melaksanakan kunjungan kerja dan studi banding ke KHDTK Universitas Hasanuddin. Kawasan hutan konservasi dan edukasi Unhas ini terletak di Desa Limapocoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dan berlangsung selama empat hari pada 2–5 November 2025.
Delegasi UB Forest yang dipimpin oleh Kepala UPT Pengelola Kawasan Hutan UB, Dr. Mochammad Roviq, SP., MP., didampingi oleh Sekretaris UPT Okky Indra Heavyantono, S.Kom., M.M., beserta jajaran Kelompok Kerja Jasa Lingkungan (KKJF) dan staf pendukung. Kedatangan rombongan disambut secara resmi oleh Dekan Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Ir. A. Mujetahid M., S.Hut., M.P., IPU., bersama pimpinan fakultas lainnya.
Fokus utama dari kegiatan benchmarking ini adalah mengkaji instrumen pengelolaan strategis yang telah diterapkan secara efektif oleh KHDTK Unhas. Aspek krusial yang menjadi objek kajian meliputi integrasi antara fungsi konservasi ekologis dan pengembangan ekowisata berbasis edukasi, yang terbukti sukses menarik minat kunjungan dari kalangan akademisi, peneliti, serta masyarakat luas.
Selain aspek ekowisata, tim delegasi melakukan observasi lapangan secara komprehensif terhadap infrastruktur penunjang riset dan pembelajaran. Peninjauan tersebut mencakup plot penelitian flora dan fauna endemik, fasilitas camping ground, shelter bagi peneliti, hingga ketersediaan ruang kelas terbuka yang merepresentasikan model pedagogi berbasis alam bagi mahasiswa Fakultas Kehutanan Unhas.
Dimensi penting berikutnya yang didalami oleh UB Forest adalah implementasi skema kemitraan sosial kehutanan. Model kolaboratif ini dinilai berhasil menjembatani aspek kelestarian fungsi lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat penyangga kawasan melalui optimalisasi pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.
Melalui pelaksanaan studi banding ini, UB Forest menegaskan komitmen institusionalnya untuk mengakselerasi peningkatan mutu tata kelola kawasan hutan. Sinergi lintas perguruan tinggi ini diharapkan mampu berkontribusi signifikan dalam mewujudkan standar pengelolaan ekosistem pendidikan, konservasi, dan riset kehutanan yang unggul serta berkelanjutan di Indonesia.



