Makassar – Pusat Riset Ekologi, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Model Lanskap Pengelolaan Multifungsi untuk Mendukung Keberlanjutan Perhutanan Sosial di Kawasan Wallacea, Kamis (18/6). Penandatanganan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Perjanjian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi riset guna mendukung pengelolaan perhutanan sosial yang berkelanjutan di kawasan Wallacea.
Perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Kepala Pusat Riset Ekologi BRIN, Asep Hidayat, S.Hut., M.Agr., Ph.D., selaku pihak pertama, dan Dekan Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Ir. A. Mujetahid M., S.Hut., M.P., IPU., selaku pihak kedua. Kerja sama tersebut bertujuan mendorong pengembangan model lanskap pengelolaan multifungsi berbasis perhutanan sosial yang kontekstual dan partisipatif, sekaligus memperkuat kontribusi kedua institusi dalam menghasilkan inovasi dan rekomendasi kebijakan berbasis riset.
Dalam sambutannya, Asep Hidayat menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang selama ini telah terjalin antara BRIN dan Fakultas Kehutanan Unhas. Menurutnya, hingga saat ini telah banyak kerja sama yang terjalin antara kedua institusi dan menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia berharap PKS yang ditandatangani dapat dijalankan dengan baik sesuai tujuan yang telah disepakati. “Diperlukan timeline dan aksi yang jelas sebagai acuan bersama untuk menilai apakah kerja sama berjalan dengan baik sesuai yang direncanakan atau tidak, sehingga perlu perhatian lebih ,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Mujetahid menyampaikan bahwa kerja sama ini dikawal oleh Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni Fakultas Kehutanan Unhas dalam menjalin kolaborasi bersama BRIN. Menurutnya, Fakultas Kehutanan Unhas sangat senang dapat terus memperkuat sinergi dengan BRIN yang selama ini telah melahirkan berbagai bentuk kerja sama. Ia menegaskan bahwa implementasi kerja sama akan terus dimonitor mengingat riset-riset yang dilaksanakan memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi. “Kami berharap luaran dari kerja sama ini dapat menjadi rujukan bagi para pengambil kebijakan dalam merumuskan model lanskap multifungsi untuk mendukung keberlanjutan perhutanan sosial di kawasan Wallacea,” jelasnya.
Melalui penandatanganan PKS ini, BRIN dan Fakultas Kehutanan Unhas berharap dapat semakin memperkuat sinergi kelembagaan dalam menghasilkan solusi berbasis riset bagi pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan. Selain mendorong publikasi ilmiah dan inovasi penelitian, kolaborasi ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung keberlanjutan perhutanan sosial dan pengelolaan lanskap multifungsi di kawasan Wallacea.




