Makassar – Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menyelenggarakan agenda tahunan akbar berupa Perkemahan Kerja dan Malam Rimbawan (PKMR) XLIX Tahun 2026. Kegiatan ini resmi dimulai sejak Sabtu malam (27/06) pukul 20.00 WITA dan berlangsung secara intensif hingga Jumat, 3 Juli 2026, bertempat di Lapangan PKMR Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Pendidikan Unhas, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Mengusung tema “Rimbawan Muda Inovatif: Bergerak, Berkarya, dan Berdampak dari Rimba untuk Indonesia”, kegiatan yang diintegrasikan sebagai side event Dies Natalis Unhas ke-70 ini dirancang sebagai wadah strategis pembentukan karakter mahasiswa kehutanan.
Selama hampir sepekan pelaksanaan, kegiatan ini melibatkan ratusan mahasiswa aktif Fakultas Kehutanan Unhas. Selain menjadi ruang kolaborasi bagi angkatan 2023 dan 2024 yang telah bergabung sebelumnya, momentum ini juga menjadi ajang penyambutan bagi angkatan 2025 selaku angkatan baru, serta beberapa mahasiswa angkatan 2024 yang baru sempat mengikuti kegiatan karena berhalangan pada tahun lalu. Melalui integrasi ini, diharapkan terbangun ikatan solidaritas yang kuat sekaligus keberlanjutan regenerasi kepemimpinan berwawasan lingkungan di internal kampus.
Dalam laporannya, Ketua Pelaksana PKMR XLIX, Iswanto, S.Hut., M.Si., mengungkapkan bahwa berdasarkan data pemutakhiran terakhir, tercatat sebanyak 462 peserta resmi mengikuti kegiatan ini. Beliau menjelaskan bahwa rangkaian acara akan diisii beberapa pemateri seperti dari para Ketua Program Studi (Kaprodi), Dirjen PKH, pihak KPH, TN Babul, serta lembaga kemahasiswaan. Iswanto juga menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah tangguh melewati berbagai dinamika keterbatasan waktu, tenaga, maupun pendanaan, serta berterima kasih atas dukungan tik bantuan media Calcaneus guna memastikan seluruh aspek kesehatan dan keselamatan (safety) berjalan kondusif. “Kami berharap melalui tema yang diangkat, tumbuh semangat juang yang melekat kuat di hati adik-adik peserta maupun kita semua untuk terus bergerak, berkarya, dan berkontribusi nyata dalam menjaga stabilitas serta kelestarian ekosistem hutan Indonesia,” ujar Iswanto.


Sepanjang pelaksanaan perkemahan, para rimbawan muda dipersiapkan untuk melaksanakan berbagai program nyata yang berorientasi pada pengabdian masyarakat dan pelestarian alam. Beberapa agenda kerja utama yang telah dicanangkan meliputi aksi penanaman pohon secara masif, sosialisasi edukatif mengenai konservasi flora dan fauna kepada masyarakat sekitar, serta aksi peduli lingkungan yang berpusat di wilayah KHDTK Hutan Pendidikan Unhas. Aktivitas padat ini sengaja dirancang agar mahasiswa mampu mengintegrasikan aspek pengetahuan teoritis di kelas dengan keterampilan praktis di lapangan secara nyata.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Ir. Syamsu Rijal, S.Hut., M.Si., IPU., memberikan arahan strategis yang menekankan pentingnya memanfaatkan momentum satu minggu ini untuk melatih kedisiplinan, ketangkasan, mengasah mental survival, serta menguji kesabaran. Beliau mengingatkan agar segala keterbatasan fisik dan logistik di lapangan tidak menyurutkan esensi belajar, sekaligus berpesan tegas agar aspek spiritualitas serta penghayatan terhadap identitas rimbawan, seperti Mars Rimbawan agar tetap dijaga dengan baik. Prof. Syamsu Rijal juga menegaskan bahwa PKMR bukanlah sekadar berkemah, melainkan sebuah aksi pengabdian nyata kepada masyarakat yang berfungsi mempererat silaturahmi antara dosen, tendik, dan mahasiswa. “Gunakan kesempatan berharga ini dengan maksimal agar pengorbanan waktu dan biaya yang telah dikeluarkan berbuah manfaat besar bagi masa depan Anda,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung dan penuh kebersamaan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, para dosen, serta tenaga kependidikan (tendik) Fakultas Kehutanan Unhas yang turut memberikan dukungan moril secara langsung di lokasi perkemahan. Melalui sinergi menyeluruh ini, PKMR XLIX yang berakhir pada 3 Juli 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial belaka, melainkan sukses mencetak generasi rimbawan baru yang tangguh, berkarakter, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi masa depan kelestarian hutan dan lingkungan hidup di Indonesia.




