oleh Pamula Mita Andary
Global Experience Course (GEx) 2026 secara resmi dimulai dengan sesi orientasi yang mempertemukan mahasiswa NUS College dan Universitas Hasanuddin. Program yang telah berlangsung sejak tahun 2024 ini memasuki tahun ketiga pelaksanaannya sebagai bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara kedua institusi (NUS College dan FSRG, Fakultas Kehutanan UNHAS). Tahun ini menjadi penyelenggaraan yang istimewa dengan jumlah peserta terbesar sejak program dimulai. Jika pada tahun-tahun sebelumnya program hanya melibatkan sekitar 8 hingga 9 mahasiswa, GEx 2026 menghadirkan 21 peserta dari NUS College dan 7 peserta dari Universitas Hasanuddin yang akan mengikuti rangkaian pembelajaran dan pengalaman lapangan di Sulawesi Selatan.
Sesi orientasi diawali dengan perkenalan antara mahasiswa NUS College dan Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kedekatan antarpeserta sekaligus memperkenalkan mahasiswa Universitas Hasanuddin yang akan berperan sebagai counterpart bagi peserta dari NUS College selama program berlangsung.
Selanjutnya, peserta diperkenalkan kepada mitra lokal program di Makassar, yaitu Forest and Society Research Group (FSRG) yang dipaparkan oleh Prof. Dr. forest. Muhammad Alif K. Sahide dan Tanah Indie oleh Fitriani A. Dalay (Piyo). Kedua organisasi memaparkan profil, ruang lingkup kegiatan, serta kontribusinya dalam mendukung pelaksanaan GEx 2026.

Sebagai pengantar tema utama program, peserta juga mengikuti sesi mengenai konsep Commons yang dibawakan oleh Dr. Nurhady Sirimorok. Mengusung tema Community and the Commons, sesi ini memberikan pemahaman dasar mengenai gagasan dan prinsip-prinsip commons yang akan menjadi landasan pembelajaran selama program berlangsung.
Orientasi ditutup dengan pemaparan agenda dan rangkaian kegiatan GEx 2026 oleh Dr. Ryan Gordon Tans, termasuk berbagai aktivitas pembelajaran, diskusi, dan kunjungan lapangan yang akan dilakukan selama program berlangsung.
Melalui sesi ini, seluruh peserta memperoleh gambaran menyeluruh mengenai perjalanan pembelajaran yang akan mereka jalani, termasuk kesempatan untuk mempelajari berbagai bentuk commons, seperti cultural commons, coastal commons, forest commons, dan karst commons, serta berinteraksi langsung dengan masyarakat yang mengelola dan menjaga sumber daya bersama tersebut.



