Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Fahutan Unhas) menggelar rapat koordinasi strategis dalam rangka mempersiapkan strategi pendanaan equity guna mendukung pengembangan program kerja dan keberlanjutan kegiatan lembaga mahasiswa, bertempat di Ruang Rapat Senat Lt. 2 Fakultas Kehutanan Unhas pada Rabu, 21 Oktober 2026. Rapat ini dihadiri oleh jajaran wakil dekan, ketua dan sekretaris GPM-PR, para Ketua Program Studi S1, serta pimpinan lembaga mahasiswa lingkup fakultas seperti Maperwa, BEM, BK PAL, BKBK, IFSA, dan UKM GAMIS.
Dekan Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Ir. A. Mujetahid M., S.Hut., M.P., IPU., dalam arahannya menekankan pentingnya kesiapan kelembagaan dan perencanaan yang matang sejak dini untuk menjaring mahasiswa yang akan dikirim ke luar negeri. Langkah proaktif ini krusial agar lembaga dan mahasiswa dapat mempersiapkan diri secara optimal dalam menghadapi program mobilitas internasional.
Dalam pemaparannya, Dekan menjelaskan bahwa program inbound & outbound telah berjalan secara berkesinambungan, seperti kerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam selama tiga tahun berturut-turut yang mengirimkan dan menerima masing-masing empat mahasiswa.

Lebih lanjut, dukungan dana equity yang dijadwalkan cair pada November mendatang menjadi pendorong utama agar langkah lebih awal mulai dipersiapkan agar fakultas memiliki kandidat unggul yang dapat bersaing dengan fakultas lain ketika dilakukan proses seleksi di tingkat universitas. Penjaringan sejak dini ini memastikan para mahasiswa kandidat memiliki waktu yang cukup dalam mempersiapkan diri secara administratif maupun akademis.
Menambahkan paparan tersebut, Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi dan Alumni, Prof. Syahidah, S.Hut., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa proses penjaringan kandidat mahasiswa ini dikoordinasikan secara erat dengan para Ketua Program Studi S1. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan mahasiswa yang terpilih benar-benar memenuhi kualifikasi, termasuk penguasaan bahasa Inggris yang menjadi syarat mutlak untuk mobilitas ke luar negeri.
Prof. Syahidah juga memaparkan potensi perluasan kerja sama internasional, mulai dari universitas di Thailand hingga fasilitas laboratorium mitra di Malaysia seperti cabang ilmu kayu UiTM yang menyerupai pabrik besar dan riset bioteknologi USM yang telah diaplikasikan langsung ke pasien dalam bentuk kapsul.
Melalui penguatan persiapan ini, pimpinan Fakultas Kehutanan Unhas optimistis dapat melahirkan kandidat mahasiswa unggulan yang siap berpartisipasi dan berprestasi dalam program mobilitas internasional ke depannya.



