Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis hasil hutan bukan kayu melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di Aula Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pengembangan dan Pendampingan Budidaya Madu Kelulut yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), PT PLN Energi Gas (PLN EG), dan Forum CSR Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, Guru Besar Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Ir. Budiaman, M.P., IPU., hadir sebagai narasumber utama yang memberikan pelatihan peningkatan kapasitas budidaya lebah madu kelulut kepada 15 peternak lebah binaan PLN serta berbagai pemangku kepentingan di wilayah setempat. Kegiatan ini bertujuan mengimplementasikan hasil-hasil riset akademik kepada masyarakat sekaligus membangun kemitraan jangka menengah dan panjang dalam pengembangan usaha berbasis lebah madu yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Prof. Budiaman menjelaskan bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk pengembangan budidaya lebah kelulut karena didukung oleh keanekaragaman vegetasi berbunga yang melimpah. Kondisi tersebut menjadikan wilayah ini sangat potensial untuk pengembangan agroforestri berbasis kelulut yang dapat disinergikan dengan program rehabilitasi lahan serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan pertambangan dan desa binaan perusahaan.

Materi pelatihan mencakup teori dasar budidaya lebah kelulut, teknik pengembangan koloni, pemanenan madu dan propolis, standar mutu nasional dan internasional produk propolis, hingga praktik pengolahan produk turunan. Peserta juga mendapatkan pelatihan langsung mengenai proses sortasi propolis, penggunaan alat destilasi, serta pembuatan berbagai produk bernilai tambah seperti propolis siap konsumsi, kosmetik berbahan propolis, dan produk kesehatan berbasis madu kelulut.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan hingga selesai dan menyampaikan harapan agar pendampingan dapat terus berlanjut, khususnya dalam aspek pengembangan produk, pengujian mutu, sertifikasi, serta penguatan kapasitas usaha mikro berbasis hasil budidaya lebah kelulut. Kehadiran Fakultas Kehutanan Unhas dinilai memberikan dukungan ilmiah yang penting bagi pengembangan usaha masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Kehutanan Unhas bersama mitra kolaborasi berharap dapat mendorong peningkatan kapasitas produksi lebah kelulut, diversifikasi produk bernilai ekonomi, pengembangan UMKM desa, serta pengayaan tanaman pakan lebah yang mendukung perbaikan kualitas lingkungan. Program ini sekaligus menjadi wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di daerah.



