Makassar, 9 April 2026 – Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin menerima kunjungan delegasi Fuxin, Tiongkok, di Ruang Senat Lantai 2 Fakultas Kehutanan Unhas, Kamis (9/4). Kegiatan ini menjadi langkah awal penjajakan peluang penerimaan mahasiswa dari China untuk belajar di Fakultas Kehutanan serta penguatan kapasitas mahasiswa melalui program akademik dan pengalaman kerja global.
Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni, Prof. Syahidah, S.Hut., M.Si., Ph.D., menyampaikan selamat datang kepada delegasi serta memaparkan bahwa Fakultas Kehutanan telah menjalin berbagai kerja sama internasional. Program seperti student exchange telah berjalan, sementara skema double degree masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Ir. Syamsu Rijal, S.Hut., M.Si., IPU., menyampaikan bahwa Fakultas Kehutanan saat ini memiliki delapan mahasiswa asing yang berasal dari Timor-Leste dan Pakistan. Selain program sarjana, fakultas juga memiliki Program Studi Ilmu Kehutanan pada jenjang magister (S2) dan doktor (S3) yang turut diminati mahasiswa internasional.


Perwakilan Fuxin menyampaikan apresiasi atas sambutan Fakultas Kehutanan serta menjelaskan bahwa sebelumnya telah mengunjungi beberapa fakultas di Unhas dengan target kerja sama berbeda. Program yang ditawarkan meliputi satu semester pembelajaran bahasa Mandarin dan satu tahun magang di Tiongkok untuk mempertemukan mahasiswa dengan dunia kerja sekaligus memperkuat jejaring antarinstitusi.
Lebih lanjut, Fakultas Kehutanan didukung oleh Hutan Pendidikan Unhas di Maros seluas sekitar 1.420 hektar dengan berbagai fasilitas pembelajaran dan praktik lapangan. Fakultas juga membuka peluang luas kerja sama melalui staff and student mobility, visiting lecturer, joint research, and joint publication. Disampaikan pula bahwa ada dosen Fakultas Kehutanan yang telah bekerja sama dengan South China Agricultural University di bidang sutera. Dengan keunggulan riset seperti reklamasi lahan pasca tambang, fakultas menyatakan kesiapan menerima lebih banyak mahasiswa internasional dan menantikan tindak lanjut dari pihak mitra.


