Tamalanrea-Makassar. Sebagai rangkaian Dies Natalis ke-15 Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Program Magister (S2) Ilmu Kehutanan menyelenggarakan kuliah umum #Seri-1 dengan tema “Tree-fungal Interaction Perspective in Forest Health”. Menghadirkan seorang Peneliti BRIN sekaligus Alumni University of Helsinki, Finlandia Margaretta Christita, Ph.D. sebagai narasumber. Kegiatan berlangsung mulai pukul 11.00 Wita secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Kamis (17/3).
Mengawali kegiatan Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi, Dr. Risma Illa Maulany, S.Hut., M.NatRest dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema yang diusung sangat relevan dengan mahasiswa yang ingin belajar lebih jauh mengenai bagaimana pengaruh mikroorganisme terhadap kesehatan hutan.
“Saya berharap melalui kuliah umum tidak hanya akan memberikan wawasan dan hasanah kepada mahasiswa dan kolega akademik kami, tapi kita juga bisa mengembangkan jejak karir”, jelas Risma Illa.
Lebih lanjut Dr. Risma mengatakan bahwa beberapa mahasiswa Fakultas Kehutanan Unhas pernah menjalankan magang penelitian terkait serangga bersama Raden Pramesa Hadikusumo, Peneliti dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di beberapa lokasi, salah satunya di Gunung Latimojong
Pada kesempatan yang sama Ketua Prodi Magister (S2) Ilmu Kehutanan, Fakultas Kehutanan Unhas, Mukrimin, S.Hut., M.P., Ph.D. menyampaikan terima kasih kepada Margaretta Christita atas kesediaannya memberikan dan berbagi ilmu pada kegiatan ini.
“Kuliah umum ini merupakan kegiatan yang pertama kali diselenggarakan oleh Program Magister (S2) Ilmu Kehutanan dan saya berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut”, jelas Mukrimin.
Margaretta Christita menyampaikan bahwa jamur mempunyai beberapa fakta yaitu jamur melakukan interaksi dengan pohon, jamur berperan sebagai simbiosis parasitisme (sebagai parasite) dan jamur juga disebut sebagai simbiosis mutualisme karena memiliki hubungan yang saling menguntungkan antara mikroorganisme dengan tanaman (pohon) inangnya.
“Pohon dibedakan menjadi dua yaitu bagian pohon bersinggungan dengan udara disebut phyllosphere dan yang bersinggungan dengan tanah disebut Rhizosphere”, jelas Margaretta.
Lebih lanjut Margaretta mengatakan bahwa banyak sekali jamur yang berinteraksi dalam kehidupan atau fase pertumbuhan pohon. Beberapa bagian pohon yang melakukan interaksi dengan jamur yaitu Anthrosphere, Caulosphere, Carposphere, Phylloplane dan Spermosphere.
Untuk mengetahui bagaimana pohon dapat terkena penyakit, dikenal konsep segitiga penyakit. Penyakit akan muncul ketika hostnya bersifat rentan dan patogennya (jamur/virus) paten, kemudian lingkungannya (environment) mendukung untuk perkembangan patogen yang dapat memberikan penyakit bagi tanaman (pohon).
Beberapa jenis jamur patogen pada tanaman atau pohon yaitu (1) Biotrophs, jamur yang mendapatkan energi sel yang masih hidup, ditemukan pada pohon yang masih hidup dan tidak membunuh secara cepat, (2) Nectrophs, jamur yang mendapatkan energi dari membunuh sel yang sudah mati dan mematikan sel tersebut lebih cepat serta dapat hidup sebagai saprotrophic pada sisa-sisa pohon yang sudah mati atau yang sudah diserap energinya, (3) Hemibiotrophic merupakan jamur yang awalnya sebagai biotrophs dan setelahnya menjadi nectrotphy. Kegiatan berlangsung lancar sampai pukul 13.00 Wita dan diakhiri dengan sesi diskusi.



