Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin menggelar rapat evaluasi dan penguatan sistem layanan akademik pada Selasa (10/3) pukul 11.30 WITA di Ruang Senat Lantai 2 Fakultas Kehutanan. Pertemuan ini secara khusus melibatkan jajaran bidang Akademik dan Kemahasiswaan yang mencakup Kepala Subbagian, staf departemen kehutanan, para admin program studi jenjang S1, S2, dan S3, serta para sekretaris program studi S1.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Ir. Syamsu Rijal, S.Hut., M.Si., IPU, dalam arahannya menyampaikan bahwa berbagai proses dan pengalaman yang ditempa di Fakultas Kehutanan merupakan bekal penting bagi seluruh sivitas akademika untuk terus mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Menurutnya, setiap upaya dan kerja keras yang dilakukan hari ini tidak akan menjadi sesuatu yang sia-sia, melainkan akan menjadi modal penting bagi pengembangan institusi di masa mendatang.
Ia juga menegaskan bahwa bidang akademik merupakan ujung tombak pelayanan universitas. Oleh karena itu, berbagai pencapaian seperti peningkatan kualitas maupun perolehan sertifikasi tidak hanya dinilai dari dokumen administratif semata, tetapi terutama dari implementasi nyata dalam menerapkan standar internasional dalam proses pendidikan dan layanan akademik.

Prof. Syamsu Rijal juga mengingatkan pentingnya penguatan koordinasi di lingkungan pengelola akademik untuk memastikan berbagai program berjalan secara efektif. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas akademik tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada konsistensi implementasi di tingkat program studi, mulai dari pengelolaan perkuliahan, pemantauan proses belajar mengajar, hingga pelayanan akademik kepada mahasiswa.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Subbagian Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan, Dr. Ade Ary Machmud, S.K.M., M.M., memaparkan sejumlah indikator kinerja tambahan yang perlu menjadi perhatian pada bidang akademik. Salah satunya adalah capaian Academic Efficiency (AEE) dengan kisaran ideal sebesar 25 persen yang dihitung dari jumlah mahasiswa yang lulus tepat waktu dibagi jumlah semua mahasiswa aktif pada masing-masing program studi. Selain itu, penguatan database kelulusan mahasiswa, khususnya pada implementasi Kurikulum 2023, juga menjadi fokus penting.
Rapat juga menyoroti beberapa aspek teknis dalam pengelolaan akademik, di antaranya pentingnya monitoring perkuliahan sejak awal semester melalui sistem Sikola untuk memastikan dosen melaksanakan perkuliahan sesuai jadwal. Selain itu, pemahaman terkait Mata Kuliah Pengembangan Karakter (MKPK) perlu dimiliki oleh seluruh staf pelayanan akademik dengan mengacu pada SOP terbaru. Mahasiswa juga diingatkan untuk memanfaatkan sistem Sipakamase dalam pelaporan kegiatan MKPK, sementara pengelolaan verifikasi dosen dilakukan melalui ketua program studi. Evaluasi turut menekankan kedisiplinan pengisian presensi perkuliahan di Sikola agar tidak dilakukan secara bersamaan pada akhir semester, serta adanya usulan penyusunan panduan proposal yang dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dalam menyusun tugas akademik secara lebih sistematis.



