Peluang Riset Terbuka! Research Grant Bank Indonesia 2026 Jadi Momentum Dosen Kehutanan Unhas Kembangkan Inovasi

Makassar, 8 Maret 2026 – Kesempatan pendanaan riset kembali terbuka bagi para akademisi melalui program Research Grant Bank Indonesia (RGBI) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Institute. Program ini merupakan skema pendanaan riset strategis bagi peneliti eksternal dengan tujuan mendukung penguatan ekosistem riset nasional sekaligus berkontribusi pada perumusan kebijakan ekonomi di Indonesia.

Program RGBI memberikan dukungan dana hibah penelitian hingga Rp250 juta bagi tim peneliti yang proposalnya dinyatakan lolos seleksi. Skema ini terbuka bagi peneliti utama yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dengan afiliasi utama di perguruan tinggi atau lembaga riset yang berkedudukan di Indonesia. Tim penelitian juga dapat berasal dari kolaborasi lintas perguruan tinggi dan berbagai disiplin ilmu.

Adapun beberapa topik riset yang menjadi fokus dalam program ini antara lain penciptaan lapangan kerja baru di tengah globalisasi dan digitalisasi, strategi inovasi ketahanan pangan dalam menghadapi perubahan iklim, hilirisasi produk Rare Earth Elements, pengembangan model bisnis energi terbarukan, hingga kajian terkait UMKM, ekonomi syariah, serta regulasi aset keuangan digital.

Proses pendaftaran diawali dengan pengumuman program pada 6 Maret 2026, dilanjutkan dengan pengumpulan concept note dan proposal yang berlangsung pada 9–30 Maret 2026. Selanjutnya, kandidat terpilih akan mengikuti tahapan presentasi pada April 2026 sebelum pengumuman penerima hibah penelitian yang dijadwalkan pada 29 April 2026.

Program ini juga menargetkan luaran penelitian berupa publikasi pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus minimal Q3 atau menghasilkan luaran kekayaan intelektual seperti paten sederhana. Pelaksanaan riset direncanakan berlangsung pada periode Mei hingga Oktober 2026, dengan seminar hasil penelitian pada November 2026.

Bagi dosen di Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, program ini menjadi peluang yang sangat baik untuk mengembangkan riset multidisiplin yang relevan dengan isu lingkungan, sumber daya alam, ekonomi hijau, maupun pembangunan berkelanjutan. Melalui partisipasi dalam skema hibah ini, diharapkan para dosen dapat memperkuat kontribusi akademik sekaligus memperluas jejaring kolaborasi riset di tingkat nasional maupun internasional.

Bagikan