Maksimalkan Pelaksanaan Kegiatan MKPK, Fakultas Kehutanan Unhas Gelar Workshop Penyusunan Skema MKPK

Tamalanrea-Makassar. Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Bidang Akademik dan Kemahasiswaan menyelenggarakan kegiatan Workshop Penyusunan Skema Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK). Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 Wita di Unhas Hotel and Convention, Makassar, Sabtu (4/10/2025).

Mengawali kegiatan, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Ir. Syamsu Rijal, S.Hut., M.Si., IPU. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini penting dilaksanakan untuk memfasilitasi program studi dalam merancang dan menyusun skema MKPK yang bertujuan untuk memudahkan mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan MKPK. 

“Skema MKPK sangat penting dibuat oleh program studi karena hal tersebut merupakan salah satu jalan untuk mencapai 20 SKS yang harus dicapai oleh mahasiswa. Saya berharap melalui kegiatan ini program studi Kehutanan dan Rekayasa Kehutanan bisa membuat skema MKPK,” jelas Prof. Syamsu Rijal.

Usai sambutan dan membuka kegiatan secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan Unhas. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber. 

Hadir sebagai narasumber yaitu Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Ir. Syamsu Rijal, S.Hut., M.Si., IPU. dengan tema materi “Penguatan Kompetensi Mahasiswa melalui MKPK (strategi dan tantangannya)” dan Kepala Subdirektorat Pembelajaran Mandiri/MBKM Unhas Prof. Makkarennu, S.Hut., M.Si., Ph.D. membawakan materi dengan tema “Transformasi Pembelajaran Mahasiswa Melalui Pembelajaran di Luar Kampus”.

Prof. Dr. Ir. Syamsu Rijal, S.Hut., M.Si., IPU. dalam materinya menyampaikan bahwa ada tiga pilar kompetensi mahasiswa MKPK yaitu talenta dan prestasi, pengalaman lapangan dan pembelajaran mandiri lintas prodi. 

“Kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan universitas daya kreatif, keingintahuan, berfikir kritis, dan adaptif sehingga mampu menyelesaikan masalah secara sistematis melalui penerapan komunikasi yang efektif serta mampu berkolaborasi dan membangun jejaring,” jelas Prof. Syamsu Rijal.

MKPK merupakan mata kuliah yang kegiatan pembelajarannya dilakukan di luar prodi dalam universitas dan atau di luar universitas yang wajib diikuti mahasiswa sebesar 20 SKS yang mana bentuk kegiatan pembelajarannya dapat di rekognisi dengan penyetaraan activity hour ke dalam SKSnya. MKPK bentuk kegiatannya bukan berupa kuliah tatap muka dan sifatnya wajib.

Beberapa kelompok kegiatan penguatan kompetensi MKPK yakni kelompok kegiatan berbasis pengabdian masyarakat, kelompok kegiatan magang/studi independen, kelompok kegiatan publikasi ilmiah dan kelompok kegiatan berbasis pengembangan minat dan bakat pendukung.

Prof. Makkarennu, S.Hut., M.Si., Ph.D. dalam materinya menyampaikan bahwa MKPK sebagai motor transformasi yang berfungsi untuk mengintegrasikan pengalaman praktis ke dalam capaian pembelajaran, mendorong kolaborasi lintas sektor (kampus-mitra-masyarakat), membuka ruang refleksi dan portofolio capaian mahasiswa dan menyiapkan mahasiswa sebagai pembelajar sepanjang hayat. 

“Dalam memudahkan pelaksanaan MKPK, Universitas Hasanuddin telah menginisiasi beberapa skema program mandiri bentuk kegiatan pembelajaran di luar program studi tahun 2025 yaitu magang di PT. Biota Laut Ganggang, program kepemimpinan dan karakter bela negara dan program green preneurship,” jelas Prof. Makkarennu.

Beberapa bentuk kegiatan pembelajaran magang/praktik kerja yaitu magang BUMN, magang bersertifikat, magang instansi/lembaga, magang industri dan bentuk kegiatan lain yang relevan, sementara bentuk kegiatan kampus mengajar meliputi merdeka mengajar dan Indonesia mengajar.

“Strategi implementasi yang dilakukan di level universitas adalah penguatan kelembagaan internal, inisiasi mitra strategis, monitoring dan evaluasi program, dukungan ekosistem pembelajaran di luar kampus dan sosialisasi serta promosi,” tutur Prof. Makkarennu.

Kegiatan berlangsung lancar dan dilanjutkan dengan sesi diksusi bersama. Kegiatan akan di lanjutkan esok hari pada Minggu, 5 Oktober 2025.

Bagikan