Dosen asing Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) asal Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Prof. Dr. Wan Mohd Nazri bin Wan Abdul Rahman hadir secara langsung mengajar dan memberikan kuliah tentang biokomposit kepada mahasiswa. Perkuliahan berlangsung mulai pukul 13.00 Wita di Aula Lantai 1 Fakultas Kehutanan, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Kamis (8/10/2026).
Mengawali perkuliahan, Dosen Penanggung Jawab Mata Kuliah Biokomposit pada Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Ir. Suhasman, S.Hut., M.Si. dalam pengantarnya menyampaikan bahwa penelitian bagi mahasiswa sangat penting untuk menciptakan inovasi yang bernilai tambah dari kekayaan alam. Dan pentingnya kajian komprehensif terkait kebijakan impor di negara yang kaya akan sumber daya.
“Terima kasih atas kehadiran salah satu dosen asing Fakultas Kehutanan Unhas untuk mengajar dan memberikan materi perkuliahan secara langsung kepada mahasiswa tentang biokomposit, saya berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik untuk memperoleh ilmu dan dan pengetahuan baru terkait biokomposit langsung dari Prof. Wan Mohd Nazri bin Wan Abdul Rahman,” jelas Prof. Suhasman.
Dosen asing Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Wan Mohd Nazri bin Wan Abdul Rahman dalam materinya menyampaikan tentang tantangan nyata yang dihadapi industri kehutanan global, khususnya ancaman terhadap ekonomi berbasis kayu akibat kian menipisnya ketersediaan sumber daya hutan asli.


“Dalam merespon persoalan tersebut, salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah pentingnya pencarian material alternatif yang lebih ramah lingkungan,” jelas Prof. Wan Mohd Nazri.Prof. Wan Mohd Nazri memperkenalkan kepada mahasiswa potensi besar pemanfaatan tanaman Kenaf ( _Hibiscus cannabinus_ L.), khususnya pada bagian inti batangnya, sebagai biomassa pengganti kayu yang sangat menjanjikan dan proses pertumbuhannya yang cepat.
Inovasi teknologi biokomposit saat ini memungkinkan perpaduan antara serat kenaf dan kayu konvensional untuk menciptakan papan partikel berkualitas tinggi melalui rekayasa struktur pelapisan material, dan kelemahan alami kenaf dapat diatasi sehingga menghasilkan produk akhir yang tangguh dan mampu melampaui standar papan komersial di pasaran.
“Peralihan menggunakan bahan baku alternatif seperti kenaf ini adalah wujud nyata dari penerapan ekonomi sirkular yang aplikatif bagi industri untuk menjaga rantai pasok sekaligus menekan emisi karbon global,” jelas Prof. Wan Mohd Nazri.
Diakhir materi disampaikan bahwa diharapkan transformasi biomassa pertanian menjadi produk bernilai guna tinggi dapat terus dikembangkan, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masa depan industri pengolahan kayu yang inovatif dan selaras dengan kelestarian alam.Perkuliahan berlangsung dan akhiri dengan sesi tanya jawab.



