Makassar, 6 Juli 2026 – Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) mencetak sejarah baru dengan menggelar Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK) Forestry Expo 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni 6 hingga 7 Juli 2026. Mengangkat tema “Membangun Sinergi Kampus dan Dunia Kerja dalam Menyiapkan Forester Profesional Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan yang diinisiasi khusus bagi mahasiswa MKPK Fakultas Kehutanan ini menjadi wadah strategis untuk mengasah kompetensi profesional di bidang kehutanan sebelum terjun ke dunia industri.
Ketua Panitia MKPK Forestry Expo 2026, Ummi Rosyidah, S.Hut., M.Sc., dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh mahasiswa angkatan 2023 telah berpartisipasi dalam ajang perdana ini. Ia menjelaskan bahwa sebanyak 82 tim mahasiswa telah mengikuti program MKPK di 56 mitra yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Expo ini bukan sekadar ajang sharing pembelajaran antar angkatan, melainkan juga menjadi sarana monitoring dan evaluasi (monev) serta penilaian langsung dari para mitra industri. Masukan dari para mitra nantinya akan menjadi bahan refleksi agar pelaksanaan MKPK ke depan dapat berjalan lebih baik, sekaligus menjadi gambaran inspiratif bagi angkatan 2024 yang selanjutnya akan melaksanakan kegiatan MKPK yang akan mereka laksanakan di masa mendatang.


Dekan Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Ir. A. Mujetahid M., S.Hut., M.P., IPU., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor industri dalam mencetak rimbawan masa depan yang kompeten. Beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mitra yang telah hadir secara luring maupun daring, atas dukungan, fasilitas, dan kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa selama pelaksanaan MKPK di lapangan, serta ucapan terima kasih kepada seluruh pimpinan fakultas atas dukungannya.
Membuka acara secara resmi, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K)., menegaskan bahwa program MKPK yang dikonversi ke dalam 20 SKS adalah langkah strategis untuk mempercepat adaptasi mahasiswa di dunia kerja. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi wajib memberikan pengalaman nyata, bukan sekadar teori, agar lulusan lebih tangguh. Prof. Ruslin juga berpesan kepada mahasiswa agar memaksimalkan kegiatan ini untuk membangun jejaring serta mengasah kreativitas dan kepemimpinan, karena soft skill tersebut sama krusialnya dengan prestasi akademik dalam memenangkan persaingan profesional.


Agenda utama dari rangkaian kegiatan ini adalah paparan mengenai program dan inovasi yang telah terealisasi, dengan pembagian lokasi di Ruangan AULA dan Ruangan BKD. Selama dua hari, para peserta secara bergantian memaparkan hasil kerja tim mereka di hadapan juri yang melakukan penilaian, guna mendemonstrasikan inovasi serta solusi kreatif atas berbagai tantangan di sektor kehutanan yang tengah dihadapi saat ini.
Selain presentasi, acara ini juga menonjolkan aspek visual dan komunikasi ilmiah melalui pameran poster yang diselenggarakan di Eco Learning Space Fakultas Kehutanan Unhas. Pameran ini menjadi daya tarik tersendiri, di mana para juri melakukan rekapitulasi mendalam terhadap kualitas poster dan performa presentasi tiap tim untuk menentukan pemenang, yang puncaknya diumumkan pada sesi penganugerahan Best Presentation dan Best Poster sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi serta kreativitas mahasiswa.
Rangkaian pembukaan kegiatan yang berlangsung antusias ini diharapkan menjadi langkah awal yang inspiratif bagi seluruh peserta. Melalui acara ini, mahasiswa Fakultas Kehutanan Unhas diharapkan semakin siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi nyata bagi kelestarian hutan Indonesia, selaras dengan semangat mencapai Indonesia Emas 2045.







