BALI, UNHAS – Tim mahasiswa Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK) Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin mempresentasikan inovasi SIMBA Planologi (Sistem Informasi dan Monitoring Berbasis Masyarakat Planologi) kepada tim Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH) melalui media Zoom pada Senin (8/6). Presentasi yang berlangsung dari Mess Kintamani BPKH Wilayah VIII Bali tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa MKPK dalam menghadirkan solusi inovatif bagi pengelolaan kehutanan berbasis partisipasi masyarakat.
Konsep SIMBA Planologi lahir dari tantangan yang diberikan Direktorat IPSDH untuk mengembangkan gagasan Citizen Planologi. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa MKPK merancang sebuah platform digital yang memungkinkan masyarakat terlibat secara langsung dalam proses monitoring kehutanan. Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek yang berperan aktif dalam penyediaan informasi dan data lapangan.
Tim MKPK menjelaskan bahwa pengembangan SIMBA Planologi dilatarbelakangi oleh sejumlah persoalan yang masih dihadapi dalam pengelolaan kawasan hutan, seperti keterlambatan informasi lapangan, keterbatasan pengawasan kawasan yang luas, serta minimnya keterlibatan masyarakat dalam penyediaan data kehutanan. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi efektivitas pemantauan dan proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan sumber daya hutan.
Keunggulan utama SIMBA Planologi terletak pada kemampuannya menjadikan masyarakat sebagai sumber data lapangan secara langsung. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mengirimkan laporan berupa foto, titik lokasi, serta informasi kondisi lapangan yang ditemukan. Data yang masuk selanjutnya diverifikasi oleh lembaga terkait sebelum dimanfaatkan sebagai bahan pemantauan, basis data, arsip informasi, dan pendukung pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat.

Presentasi yang disampaikan mahasiswa MKPK mendapat apresiasi dari Direktorat IPSDH. Menurut tim IPSDH, aspek yang paling menarik dari konsep SIMBA Planologi adalah upaya menghubungkan masyarakat sebagai sumber data lapangan dengan kebutuhan data kehutanan melalui satu platform yang terintegrasi. Meski demikian, mahasiswa juga menerima sejumlah masukan agar fokus pengembangan sistem dapat diperjelas dan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan serta kewenangan masing-masing pihak.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Ir. Syamsu Rijal, S.Hut., M.Si., IPU., mengapresiasi inovasi yang dihasilkan oleh tim mahasiswa MKPK tersebut. Menurutnya, SIMBA Planologi menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menghadirkan solusi yang relevan terhadap kebutuhan pengelolaan kehutanan saat ini. “Inovasi ini sangat menarik karena mengedepankan pendekatan berbasis masyarakat dalam penyediaan data dan informasi kehutanan. Keterlibatan masyarakat sebagai sumber informasi akan memperkuat sistem monitoring sekaligus meningkatkan kualitas data yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Saya melihat konsep seperti SIMBA Planologi dapat menjadi salah satu contoh inovasi yang perlu terus didorong dan dikembangkan ke depan karena mampu menjawab kebutuhan data lapangan secara cepat, partisipatif, dan berbasis teknologi,” ungkap Prof. Syamsu Rijal.
Adapun tim mahasiswa MKPK Fakultas Kehutanan Unhas yang mengembangkan SIMBA Planologi terdiri atas Shahzada Surya Ramadan, Al Isnan Nur Pratama, Huznul Hidayat, Niel Marvin Mangguali, Fransiskus Annes, Fransiskus Renaldi Lethe, Aulia Pujianti Nuju, Putri Arifani Amin, dan Cinta Raodatul Jannah. Melalui pengembangan konsep tersebut, tim berharap SIMBA Planologi dapat diintegrasikan dengan sistem yang telah ada sehingga mampu memperkuat monitoring kehutanan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang lebih cepat, akurat, dan berkelanjutan.



