Makassar, 25 Mei 2026 – Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin menggelar rapat koordinasi pembahasan peminatan mahasiswa Angkatan 2024. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Fakultas Kehutanan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ketua Program Studi Kehutanan, para Kepala Laboratorium, serta dosen lingkup Program Studi Kehutanan guna membahas distribusi mahasiswa ke dalam minat laboratorium sesuai pilihan yang telah diajukan.
Rapat membahas enam minat laboratorium yang tersedia pada Program Studi Kehutanan, yakni Laboratorium Perlindungan dan Serangga Hutan, Laboratorium Keteknikan dan Pengembangan Wilayah Pemanenan Hutan, Laboratorium Kebijakan dan Kewirausahaan Kehutanan, Laboratorium Silvikultur dan Fisiologi Pohon, Laboratorium Perencanaan dan Sistem Informasi Kehutanan (SIK), serta Laboratorium Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Berdasarkan hasil rekapitulasi pilihan mahasiswa Angkatan 2024, Laboratorium Silvikultur dan Fisiologi Pohon, Laboratorium DAS, serta Laboratorium SIK menjadi tiga minat dengan jumlah peminat terbanyak pada periode peminatan tahun ini.
Data menunjukkan sebanyak 71 mahasiswa memilih Laboratorium Silvikultur dan Fisiologi Pohon, 57 mahasiswa memilih Laboratorium DAS, dan 47 mahasiswa memilih Laboratorium SIK. Tingginya minat pada ketiga laboratorium tersebut mencerminkan besarnya ketertarikan mahasiswa terhadap bidang silvikultur, fisiologi pohon, perencanaan kehutanan, sistem informasi kehutanan, serta pengelolaan daerah aliran sungai yang memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan.

Ketua Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Dr. Ir. Sitti Nuraeni, M.P., dalam penyampaiannya menjelaskan bahwa proses pembagian minat perlu mempertimbangkan kapasitas laboratorium dan ketersediaan dosen pembimbing agar kualitas pembelajaran dan pembimbingan mahasiswa tetap terjaga. Menurutnya, distribusi mahasiswa yang proporsional menjadi langkah penting untuk mendukung efektivitas penelitian, proses akademik, hingga penyelesaian studi mahasiswa secara tepat waktu.
Dalam rapat juga dibahas tantangan yang dihadapi pada laboratorium dengan jumlah peminat tinggi, terutama terkait ketersediaan dosen pembimbing yang belum sebanding dengan jumlah mahasiswa yang memilih minat tersebut. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan rasio dosen dan mahasiswa yang dapat memengaruhi efektivitas proses pembimbingan akademik maupun penelitian mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme pengaturan kuota untuk menjaga kualitas layanan akademik dan memastikan setiap mahasiswa memperoleh pendampingan yang optimal selama menjalani proses studi.
Sebagai hasil rapat, disepakati bahwa tiga laboratorium dengan jumlah peminat terbanyak diberikan kewenangan untuk melakukan seleksi mahasiswa sesuai kuota yang telah ditetapkan bersama. Mahasiswa yang belum dapat terakomodasi pada pilihan minat pertama akan didistribusikan ke pilihan kedua atau ketiga berdasarkan kapasitas laboratorium, ketersediaan dosen pembimbing, serta hasil koordinasi antara Program Studi dan Kepala Laboratorium terkait. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan distribusi mahasiswa yang lebih proporsional sekaligus mendukung kualitas pembelajaran dan pencapaian target kelulusan tepat waktu di lingkungan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin.



