Makassar, 28 April 2026 – Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin kembali menunjukkan peran strategisnya dalam penguatan kapasitas penyuluhan kehutanan melalui partisipasi aktif dalam Temu Karya Penyuluh Kehutanan Se-Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Tahun 2026 yang digelar di Hotel Harper Perintis Makassar.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan, Drh. Indra Exploitasia Semiawan, M.Si.. Dalam kegiatan terdebut hadir Kepala BPKH Wilayah VII Dr. Manifas Zubayr, S.Hut., M.Si. sebagai moderator, Ir. Hudayat, M.Si.Hut. mewakili Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulsel M.M., dan Prof. Dr. Ir. A. Mujetahid M., S.Hut., M.P., IPU. maaing-masing sebagai narasumber dalam sesi talkshow, bersama perwakilan dari Pusat Penyuluhan Kehutanan.
Dalam sesi talkshow, Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. A. Mujetahid M., S.Hut., M.P., IPU. membawakan materi berjudul “Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Penyuluhan Kehutanan”. Materi ini menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran sentral dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat tapak.

Ia menjelaskan bahwa implementasi Tri Dharma mencakup sektor pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, harus terintegrasi dalam kegiatan penyuluhan. Perguruan tinggi berperan sebagai edukator melalui pelatihan teknis kepada kelompok tani hutan (KTH), inovator dalam menghadirkan teknologi tepat guna berbasis riset, fasilitator dan motivator dalam penguatan kelembagaan, serta mediator yang menghubungkan berbagai pemangku kepentingan.
Selain menjadi narasumber, Dekan Fakultas Kehutanan UNHAS tersebut juga turut mengunjungi area pameran (exhibition) yang menampilkan berbagai produk unggulan hasil binaan penyuluh dari berbagai wilayah di Sulselbar. Kunjungan ini menjadi momentum untuk melihat secara langsung inovasi lokal, mulai dari hasil hutan bukan kayu hingga produk olahan berbasis kearifan lokal.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme, mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat peran penyuluh kehutanan sebagai ujung tombak pembangunan sektor kehutanan yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan.




