Prodi S1 Kehutanan Fakultas Kehutanan Unhas Ajak Masyarakat Parang Bugisi Gowa Kelola Sumber Daya Air Hulu DAS Jeneberang

Gowa, 24 Oktober 2026 – Program Studi (Prodi) S1 Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud nyata pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Lingkungan Parang Bugisi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, dengan mengangkat fokus utama mengenai pengelolaan sumber daya air agar ketersediaannya tetap terjaga bahkan saat musim kemarau.

Pelaksanaan kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan fakultas, di antaranya Wakil Dekan 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Ir. Syamsu Rijal, S.Hut., M.Si., IPU., Wakil Dekan 2 Bidang Perencanaan dan Sumber Daya Andang Suryana Soma, S.Hut., M.P., Ph.D., Ketua Departemen Kehutanan Dr. Ir. Andi Sadapotto, M.P., serta Ketua Prodi S1 Kehutanan Dr. Ir. Sitti Nuraeni, M.P. Turut hadir pula Kepala Lingkungan Parangbugisi M. Jufri Sembo bersama segenap tenaga pendidik, kependidikan, dan warga setempat.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Lingkungan Parangbugisi M. Jufri Sembo, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Prodi S1 Kehutanan Dr. Ir. Sitti Nuraeni, M.P. yang menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga serta harapan agar ilmu yang dibagikan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Kegiatan ini kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan 1 Prof. Dr. Ir. Syamsu Rijal, S.Hut., M.Si., IPU., yang menekankan pentingnya sinergi akademisi dalam menjaga kelestarian lingkungan di tingkat tapak.

Sesi pemaparan materi inti dipandu oleh Dian Ayu Lestari, S.Hut., M.Si. selaku moderator dengan menghadirkan Wahyuni, S.Hut., M.Hut. sebagai narasumber. Dalam pemaparannya mengenai pengelolaan sumber daya air di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang Malino, narasumber menjelaskan bahwa wilayah hulu memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan dengan menjadikan air sebagai penunjang utama kehidupan.

Lebih lanjut, materi tersebut merinci alur pergerakan air hujan yang meliputi proses infiltrasi (air meresap melalui pori-pori tanah dan mengisi air tanah), limpasan permukaan (air cepat menuju parit dan sungai yang berisiko membawa tanah serta pupuk), hingga penguapan dan penyerapan oleh tanaman. Dijelaskan pula bahwa kombinasi tanah gembur, tutupan vegetasi yang baik, serta kandungan bahan organik menjadi kunci penting agar peluang air untuk meresap secara optimal dapat tercapai.

Rangkaian kegiatan pengabdian yang interaktif melalui sesi tanya jawab ini tidak hanya memberikan solusi praktis bagi warga, tetapi juga menjadi wujud kontribusi nyata Fakultas Kehutanan Unhas dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 15 (Ekosistem Daratan). Acara kemudian ditutup secara resmi dengan sesi foto bersama sebagai bentuk pendokumentasian kegiatan dan penguatan silaturahmi.

Bagikan