Prodi Magister Ilmu Kehutanan Fakultas Kehutanan Unhas Ajak Masyarakat Parang Bugisi Kab. Gowa Kelola Limbah Organik Menjadi Kompos dan Media Tanam

Kabupaten Gowa. Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengajak masyarakat Lingkungan Parang Bugisi Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa melakukan pengolahan limbah organik menjadi kompos dan media tanam. Kegiatan berlangsung mulai pukul 16.00 Wita, Sabtu (24/10/2026).

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Ir. Syamsu Rijal, S.Hut., M.Si., IPU. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Program Studi Magister Ilmu Kehutanan Fakultas Kehutanan Unhas untuk berbagi Ilmu dan pengetahuan kepada masyarakat. Kali ini tentang pengolahan limbah organik menjadi kompos dan media tanam.

“Limbah organik yang berasal dari sisa makanan, daun kering dan sisa kegiatan rumah tangga, masih menjadi tantangan yang perlu kita tangani bersama. Namun limbah organik memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat, salah satunya kompos dan media tanam,” jelas Prof. Syamsu Rijal.

Lebih lanjut Prof. Syamsu Rijal mengatakan bahwa dirinya berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah organik secara tepat dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama Ketua Program Studi Magister (S2) Ilmu Kehutanan Fakultas Kehutanan Unhas, Ir. Mukrimin, S.Hut., M.P., Ph.D., IPU. dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk berbagi dan mengaplikasikan Ilmu dan pengetahuan dalam bentuk nyata berupa kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Saya berharap mahasiswa S2 memiliki memiliki ide penelitian yang mengangkat isu-isu atau permasalahan di tingkat tapak atau langsung di masyarakat,” jelas Mukrimin.

Hadir sebagai Narasumber, Prof. Dr. Ir. Astuti, S.Hut., M.Si., IPU. (Peneliti dan Dosen Fakultas Kehutanan Unhas) membawakan materi dengan tema “Teknologi Pengolahan Limbah Organik Menjadi Kompos dan Media Tanam”.

Terdapat dua jenis limbah organik yang dapat diolah kembali menjadi sumber daya bernilai tinggi terutama untuk pupuk/kompos dan media tanam yaitu limbah pertanian dan dapur.

Pengolahan limbah organik dapur dapat dilakukan dengan menggunakan metode komposting tradisional atau ember tanam, bokashi atau fermentasi anaerob, vermikomposting dan budidaya maggot. Sementara metode pengolahan limbah pertanian yakni pakan ternak, pupuk kompos atau mulsa dan biogas atau biofuel.

Beberapa manfaat utama penggunaan pupuk alami (organik) yakni memperbaiki struktur tanah, mendukung kehidupan mikroorganisme tanah, efisiensi hara dan keseimbangan ekosistem.

Usai pemaparan materi kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung bersama masyarakat dalam mengolah limbah organik dapur melalui metode biokompos Hi ember tumpuk.

Tim pengabdian kepada masyarakat Prodi Magister Ilmu Kehutanan Fakultas Kehutanan Unhas memberikan kepada masyarakat 1 (satu) unit alat pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos.

Bagikan