Makassar – Universitas Hasanuddin melalui Unit Kerja Khusus (UKK) Layanan Sains dan Laboratorium menyelenggarakan workshop bertema “Penggunaan Aplikasi SciLab-Hub UKK sebagai Platform Marketplace Layanan Sains dan Laboratorium” di Ballroom Unhas Hotel and Convention, Senin (29/06). Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan layanan laboratorium secara terintegrasi satu pintu bagi seluruh civitas akademika maupun pihak eksternal, seperti industri dan masyarakat umum.
Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala UKK Layanan Sains dan Laboratorium Unhas, Prof. Dr. Eng. Muhammad Niswar, S.T., M.InfoTech. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya digitalisasi dalam pelayanan sains di lingkungan Unhas guna meningkatkan transparansi, efisiensi, dan aksesibilitas. Aplikasi SciLab-Hub hadir sebagai solusi teknologi satu pintu untuk mempermudah akses terhadap fasilitas riset dan laboratorium yang tersebar di seluruh fakultas di Unhas.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh laboratorium berbagai fakultas di lingkungan Universitas Hasanuddin yang antusias mengikuti simulasi praktik penggunaan aplikasi. Secara khusus, delegasi dari Fakultas Kehutanan Unhas hadir dengan antusias, dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Sumber Daya, Andang Suryana Soma, S.Hut., M.P., Ph.D., beserta para ketua laboratorium dan laboran. Kehadiran mereka mencakup perwakilan dari Laboratorium Pemanfaatan dan Pengolahan Hasil Hutan, Laboratorium Perencanaan dan Sistem Informasi Kehutanan, Laboratorium Bioteknologi dan Pemuliaan Pohon, Laboratorium Konservasi Hutan dan Ekowisata, Laboratorium Perlindungan dan Serangga Hutan, Laboratorium Silvikultur dan Fisiologi Pohon, serta Laboratorium Kehutanan dan Lingkungan Terpadu.


Dalam sesi teknis, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai alur penggunaan aplikasi, mulai dari tahap pendaftaran hingga verifikasi akun. Sistem keamanan aplikasi ini telah ditingkatkan dengan menggunakan verifikasi OTP yang dikirimkan secara langsung melalui WhatsApp pengguna. Melalui platform ini, katalog layanan tersedia lengkap dengan berbagai pilihan kategori, meliputi Analisis, Jasa, Kursus, Penyewaan, serta Produk, yang dapat ditawarkan oleh tiap laboratorium untuk memenuhi kebutuhan pengguna.
Terkait sistem transaksi, dijelaskan bahwa setiap pesanan yang diajukan oleh user akan diverifikasi terlebih dahulu oleh penyedia layanan (laboratorium). Setelah disetujui, user dapat melanjutkan proses pembayaran melalui berbagai metode, mulai dari QRIS, virtual account, hingga skema cicilan, yang kemudian akan menghasilkan invoice digital berbasis PDF. Kemudahan ini diharapkan mampu memangkas birokrasi manual yang selama ini sering menjadi kendala dalam pelayanan laboratorium di seluruh fakultas.
Menutup rangkaian workshop, pihak UKK kembali mengingatkan setiap laboratorium untuk memperhatikan aspek legalitas dengan menyertakan perjanjian kerjasama untuk setiap produk atau jasa. Hal ini krusial untuk meminimalisir risiko, memastikan tanggung jawab penuh user dalam menjaga aset selama masa peminjaman, serta menjamin adanya mekanisme ganti rugi yang jelas jika terjadi kerusakan. Langkah ini diambil demi menjaga profesionalisme dan keberlanjutan layanan sains di Universitas Hasanuddin.





