Temu Pisah DIOSPYROS 2025: Dinamika Integritas dan Optimalisasi Sinergi Penguatan Yuda Rimbawan

Makassar, 2 Mei 2026 – Kegiatan Temu Pisah DIOSPYROS 2025 yang diselenggarakan oleh mahasiswa KEMAHUT SI-Unhas kembali digelar sebagai momentum penting dalam proses pengkaderan generasi muda yang berintegritas dan berkarakter. Mengusung tema “Dinamika Integritas dan Optimalisasi Sinergi Penguatan Yuda Rimbawan guna Mewujudkan Rasionalitas Generasi yang Solid”, kegiatan ini dilaksanakan di KHDTK Hutan Pendidikan pada 2–3 Mei 2026.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, pelepasan peserta secara resmi dilakukan oleh Dekan Fakultas Kehutanan, Prof. Dr. Ir. A. Mujetahid M., S.Hut., M.P., IPU. Dalam arahannya, Dekan menekankan pentingnya menjaga nilai kebersamaan, kedisiplinan, serta menjunjung tinggi nama baik institusi selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Secara umum, kegiatan ini adalah Temu Pisah DIOSPYROS 2025 sebagai bagian dari proses pembinaan karakter mahasiswa. Salah satu rangkaian utama adalah Sylva Ria, pagelaran seni yang menjadi wadah bagi peserta untuk menampilkan kreativitas dan kerja sama dalam kelompok. Selain sebagai ruang ekspresi seni, Sylva Ria juga menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan antara dosen, alumni, dan mahasiswa, sehingga memperkuat simpul kekeluargaan di lingkungan Fakultas Kehutanan.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Ir. Syamsu Rijal, S.Hut., M.Si., IPU., menegaskan bahwa Temu Pisah merupakan bagian dari upaya strategis dalam membina mahasiswa serta memperkuat nilai kebersamaan antar generasi.

Ketua BE KEMAHUT SI-Unhas, Ryan Shalihin, mengapresiasi seluruh panitia dan peserta atas partisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan. Ia menyampaikan bahwa Sylva Ria mencerminkan kekompakan dan kreativitas peserta, di mana kebersamaan menjadi nilai utama yang dibangun dalam setiap rangkaian kegiatan.

Ketua Panitia, Irman Maulana, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menuturkan bahwa terselenggaranya Sylva Ria merupakan cerminan dedikasi para anggota muda. Lebih dari sekadar pencapaian teknis, menurutnya, rasa kekeluargaan yang terbangun menjadi prestasi tertinggi yang tidak terukur nilainya, serta perlu terus dijaga untuk langkah-langkah besar ke depan.

Bagikan