Wajo, 14 April 2026 – Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat jejaring riset internasional melalui kolaborasi dengan CSIRO dalam pengembangan sistem pemantauan kualitas air berbasis teknologi mutakhir di Danau Tempe, Sulawesi Selatan.
Inisiatif ini diwujudkan melalui pemasangan sensor modern yang terintegrasi dengan data satelit dalam program AquaWatch4Lakes Indonesia. Sistem tersebut memungkinkan pemantauan kondisi perairan secara berkelanjutan dan real-time guna mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan Thematic Research Group: Forest Hydrology and Watershed Management Research Group Fakultas Kehutanan Unhas, yang berfokus pada pengelolaan hidrologi hutan dan daerah aliran sungai secara berkelanjutan.


Danau Tempe memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar, terutama dalam mendukung sektor perikanan, pertanian, dan ekonomi lokal. Namun, tekanan lingkungan seperti sedimentasi, eutrofikasi, dan perubahan iklim terus menjadi tantangan dalam menjaga kualitas air danau.
Wakil Dekan II Bidang Perencanaan dan Sumber Daya Fakultas Kehutanan Unhas, Andang Suryana Soma, S.Hut., M.P., Ph.D., menegaskan bahwa kemitraan dengan CSIRO menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas riset dan inovasi fakultas di tingkat global. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan teknologi canggih, tetapi juga memperluas jejaring akademik dan peluang pengembangan sumber daya manusia di bidang kehutanan dan lingkungan.
Pemimpin proyek dari CSIRO, Tim Malthus, menjelaskan bahwa instalasi ini merupakan integrasi antara sains mutakhir dan kebutuhan lapangan. Ia menegaskan bahwa penggabungan data pengamatan satelit dengan sensor berfrekuensi tinggi di danau akan menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap dinamika perubahan Danau Tempe, sekaligus menyediakan informasi yang akurat untuk mendukung pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan di masa depan.




