Maros, 5 Maret 2026 – Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin terus memperkuat langkah menuju kolaborasi akademik internasional melalui kegiatan Joint Research Meeting Thematic Research Group (TRG) & International Academic Collaboration. Kegiatan ini menghadirkan dua dosen tamu dari universitas di Malaysia sebagai narasumber utama dalam diskusi ilmiah yang membahas peluang kerja sama riset lintas negara di bidang kehutanan dan lingkungan.
Pertemuan tersebut berlangsung di Aula VIP Eboni, Hutan Pendidikan Unhas Bengo-Bengo, Kec. Cenrana, Kab. Maros. Forum ini menjadi ruang strategis bagi para akademisi untuk bertukar gagasan serta memperluas jejaring penelitian, khususnya dalam bidang kehutanan dan lingkungan yang membutuhkan pendekatan kolaboratif di tingkat internasional.
Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Syahidah, S.Hut., M.Si., Ph.D., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi akademik sekaligus mendiskusikan berbagai peluang kerja sama riset melalui forum focus group discussion yang berlangsung dalam suasana ilmiah namun tetap santai.
Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Syahidah, S.Hut., M.Si., Ph.D., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi akademik sekaligus mendiskusikan berbagai peluang kerja sama riset melalui forum focus group discussion yang berlangsung dalam suasana ilmiah namun tetap santai.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Departemen Kehutanan Dr. Ir. A. Sadapotto, M.P., Ketua Program Studi S1 Kehutanan Dr. Ir. Sitti Nuraeni, M.P., Kepala Laboratorium Perlindungan dan Serangga Hutan Prof. Dr. Budiaman, M.P., serta Andi Prastiyo, S.Hut., M.Hut. selaku dosen dari Laboratorium Perlindungan dan Serangga Hutan. Selain itu, diskusi juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan atmosfer akademik berbasis riset.

Dalam sesi diskusi, dua dosen tamu yakni Dr. Norashikin Mohd. Fauzi dari Universiti Malaysia Kelantan dan Assoc. Prof. Dr. Wahizatul Afzan Azmi dari Universiti Malaysia Terengganu membagikan berbagai wawasan terbaru di bidang penelitian serangga, khususnya lebah tanpa sengat dan mikroplastik pada serangga. Keduanya menyoroti potensi pengembangan riset bersama pada bidang biodiversitas, entomologi, hingga kajian mikroplastik yang saat ini menjadi isu global dalam studi lingkungan dan kehutanan.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Budiaman, M.P., IPU., memaparkan pengembangan tim riset Honey & Insect Research Group (HI-RG) yang berfokus pada kajian lebah dan serangga penyerbuk dalam ekosistem hutan. Ia menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Salah satu arah pengembangan riset yang dikaji dalam kelompok ini adalah keanekaragaman serangga penyerbuk dalam berbagai lanskap hutan serta upaya pemanfaatannya dalam mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Andi Prastiyo, S.Hut., M.Hut., memaparkan roadmap penelitian HI-RG yang mencakup pengembangan model budidaya lebah berbasis ekosistem (ecosystem-based beekeeping). Honey & Insect Research Group (HI-RG) diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Budiaman, M.P., IPU., dengan anggota tim Dr. Ir. A. Sadapotto, M.P., Dr. Ir. Sitti Nuraeni, M.P., Andi Prastiyo, S.Hut., M.Hut., serta Dr. Ir. Baharuddin, M.P. Kelompok riset ini juga melibatkan kolaborator internasional yaitu Dr. Norashikin Mohd. Fauzi dari Universiti Malaysia Kelantan dan Assoc. Prof. Dr. Wahizatul Afzan Azmi dari Universiti Malaysia Terengganu.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan terbangun sinergi penelitian lintas negara yang mampu memperkuat pengembangan ilmu kehutanan, khususnya pada bidang biodiversitas serangga dan ekologi penyerbuk. Kerja sama ini juga menjadi langkah strategis dalam mendorong inovasi pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berbasis lebah yang sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDGs) 15: Life on Land, sekaligus membuka peluang pengembangan riset bersama, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan kualitas publikasi ilmiah melalui karya kolaboratif yang mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.



