Selayar – Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin melaksanakan Seminar Hasil Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dirangkaikan dengan penarikan mahasiswa di UPTD KPH Selayar. Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama menjalankan program lapangan. Dosen pendamping, Ahmad Rifqi Makkasau, S.Hut., M.Hut., hadir langsung mendampingi proses seminar dan penarikan. Ketua Program Studi S1 Kehutanan, Dr. Ir. Sitti Nuraeni, M.P., turut menyampaikan apresiasi dan dukungan atas pelaksanaan PKL yang dinilai mampu memperkuat kompetensi mahasiswa secara akademik dan profesional.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menyampaikan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, meliputi patroli hutan, penyuluhan kehutanan, rehabilitasi hutan dan lahan (RHL), monitoring mangrove, administrasi perkantoran KPH, hingga fasilitasi pertemuan kelompok tani. Rangkaian aktivitas tersebut memberikan pengalaman praktik yang menyeluruh, mulai dari aspek teknis perlindungan hutan hingga penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat sekitar kawasan.
Kegiatan penyuluhan kehutanan menjadi salah satu fokus utama. Mahasiswa bersama polisi hutan melakukan pemasangan papan pemberitahuan berisi larangan melakukan aktivitas di kawasan hutan tanpa izin resmi. Papan tersebut ditempatkan di dua lokasi strategis, yakni Desa Harapan dan Desa Layolo Baru, Kecamatan Bontosikuyu, yang merupakan jalur akses menuju kawasan hutan produksi terbatas. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan pemanfaatan kawasan hutan.
Selain penyuluhan, mahasiswa juga terlibat aktif dalam patroli hutan untuk memantau kondisi lapangan serta mencegah potensi pelanggaran. Pada aspek rehabilitasi, kegiatan RHL dan monitoring mangrove dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi ekologis kawasan, khususnya dalam mendukung keberlanjutan ekosistem hutan darat dan pesisir di wilayah Selayar.
Dosen pendamping, Ahmad Rifqi Makkasau, S.Hut., M.Hut., dalam wawancaranya menyampaikan bahwa pelaksanaan PKL ini menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. “Melalui PKL di KPH Selayar, mahasiswa tidak hanya memahami teori pengelolaan hutan, tetapi juga menghadapi langsung dinamika sosial, administratif, dan ekologis di lapangan. Ini penting untuk membentuk kompetensi profesional dan integritas mereka sebagai calon rimbawan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kolaborasi antara Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin dan UPTD KPH Selayar merupakan bentuk sinergi strategis dalam mendukung pengelolaan hutan yang lestari. Seminar hasil dan penarikan mahasiswa menjadi penutup rangkaian kegiatan PKL yang tidak hanya berdampak bagi peningkatan kapasitas mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi penguatan tata kelola hutan di Kabupaten Selayar. Kegiatan ini juga selaras dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan Tujuan 15 (Ekosistem Daratan), melalui upaya perlindungan, rehabilitasi, dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan.



