Dosen Fakultas Kehutanan Unhas Dorong Hilirisasi Propolis Kelulut di Desa Bhuana Jaya

Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ir. Budiaman, MP, IPU, menggelar pelatihan pengolahan propolis lebah kelulut di Balai Desa Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Timur, pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi hasil riset akademik Unhas yang diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat berbasis hasil hutan bukan kayu.

Pelatihan ini menyoroti potensi lebah kelulut khas Kalimantan, yakni Lophotrigona canifrons dan Heterotrigona itama, yang dikenal sebagai penghasil propolis dengan produktivitas tinggi. Selain pemaparan teori dasar di balai desa, peserta juga mengikuti praktik langsung panen propolis dari jenis Heterotrigona itama yang dilakukan di halaman rumah petani kelulut setempat.

Prof. Budiaman menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan akademik sekaligus sosial. “Pelatihan ini bertujuan mengimplementasikan hasil-hasil riset sesuai bidang ilmu yang kami kembangkan, yakni ilmu lebah madu, agar berdampak langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian IKU serta penguatan Iptek yang berdampak luas, khususnya bagi petani agroforestri, peternak lebah, dan pelaku UMKM produk lebah madu,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini turut disinergikan dengan upaya pemerintah setempat dan perusahaan tambang batubara di wilayah tersebut. Sinergi tersebut diarahkan pada pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha yang selaras dengan lingkungan, termasuk rehabilitasi lahan bekas tambang dengan penanaman vegetasi pakan lebah madu dalam pola agroforestri berbasis kelulut.

Lebih lanjut, Prof. Budiaman mengungkapkan bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi alam yang sangat mendukung pengembangan lebah kelulut. “Keanekaragaman vegetasi dan bunga di wilayah ini sangat potensial, bahkan dapat disebut sebagai surga bagi lebah kelulut. Masyarakat sekitar tambang memiliki peluang besar merehabilitasi lahan bekas tambang dengan menanam tanaman pakan lebah dan mengembangkannya bersama kelulut lokal Kalimantan,” jelasnya.

Pelatihan ini melibatkan berbagai pihak, antara lain Pemerintah Desa Bhuana Jaya, KTH Tuah Himba, PKSM Bhuana Jaya, kelompok tani ladang kelulut, penyuluh kehutanan, Dharma Wanita petani lebah, serta perusahaan tambang batubara di sekitarnya. Fakultas Kehutanan Unhas berperan sebagai narasumber utama dalam penyampaian materi dan pendampingan teknis.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari teori dasar propolis, standar kualitas nasional dan internasional, prosedur pengujian dan sertifikasi, hingga teknik panen dan pengolahan propolis. Praktik yang dilakukan meliputi pemisahan madu, lilin, dan propolis menggunakan ekstraktor bertenaga surya, proses destilasi bertingkat, hingga pembuatan berbagai produk turunan berbasis propolis dan madu.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Seluruh peserta mengikuti pelatihan hingga akhir dan berharap adanya pendampingan lanjutan, khususnya terkait pengujian, sertifikasi, dan pengembangan produk. Prof. Budiaman optimistis, pelatihan ini akan memberikan dampak jangka panjang berupa penciptaan lapangan kerja baru, penguatan UMKM desa, pemberdayaan ibu rumah tangga, serta peningkatan nilai tambah produk lebah kelulut yang berkelanjutan.

Bagikan