Tamalanrea-Makassar. Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi dan Alumni menyelenggarakan kegiatan kuliah umum menghadirkan narasumber dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN). Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00 Wita di Aula Lantai 1 Fakultas Kehutanan, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Rabu (19/11/2025).
Mengawali kegiatan Dekan Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Ir. A. Mujetahid M., S.Hut., M.P., IPU. dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran narasumber pada kegiatan ini untuk menyampaikan ilmu dan pengetahuan terkait teknologi pirolisis bambu untuk biochar dan biooil sebagai sumber energi, biomaterial dan chemicals.
“Terima kasih atas kehadiran narasumber pada kegiatan kuliah umum hari ini. Prof. Widya adalah salah satu kolaborator Fakultas Kehutanan Unhas yang banyak membantu publikasi kami dan membuka wawasan kita bahwa melalui riset banyak hal baru yang dapat kita ketahui,” jelas prof. A. Mujetahid.
Lebih lanjut prof. A. Mujetahid mengatakan bahwa melalui riset banyak ilmu baru yang didapatkan salah satunya teknologi hasil hutan aren yang biasanya hanya diolah menjadi gula tapi dengan riset didapatkan bahwa aren bisa diolah menjadi bahan cat yang tahan api.
Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. Akbar Hanif Dawam, S.T., M.T. (Kepala Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN) membawakan materi terkait teknologi biorefinery dan Prof. Widya Fatriasari (Peneliti Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN) membawakan materi dengan tema teknologi pirolisis bambu untuk biochar dan biooil sebagai sumber energi, biomaterial dan chemicals.
Prof. Akbar Hanif Dawam dalam materinya menyampaikan bahwa pengembangan teknologi modifikasi biomassa (lignoselulosa) menghasilkan bioproduk seperti senyawa kimia dan material berkelanjutan.
Prof. Widya Fatriasari menyampaikan bahwa potensi bambu di Indonesia adalah sebagai sumber daya terbarukan, cepat tumbuh dibandingkan kayu dan serbaguna bisa dijadikan bahan kontruksi, pangan, alat rumah dan lain-lain.
“Potensi pemanfaatan bambu untuk bioenergi adalah biomassa sebagai sebagai sumber energi terbarukan yang dapat memenuhi hingga 14 persen kebutuhan energi dunia, ramah lingkungan dan hemat biaya energi terbarukan,” jelas prof. Widya.
Kegiatan berlangsung lancar dan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan foto bersama.


