Kuliah Umum Series #07 Prodi Konservasi Hutan Fakultas Kehutanan Unhas Bahas Kumbang Moncong Tak Terbang

Tamalanrea-Makassar. Fakultas Kehutanan Unhas melalui Program Studi Konservasi Hutan menyelenggarakan kuliah umum series #07 dengan tema “Mengungkap Misteri Sains di Wallacea Melalui Penelitian Kumbung Moncong Tak Terbang – Insecta: Coleoptera:Curculionidae). Kegiatan yang menghadirkan Raden Pramesa Narakusumo, S.Si., M.Sos. selaku Peneliti Museum Zoologicum Bogoriense, Pusat Riset Biologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berlangsung mulai pukul 11.00 Wita secara daring melalui zoom meeting, Kamis (16/12/2021).

Wakil Dekan Bidang Akademik Riset dan Inovasi Fakultas Kehutanan Unhas, Dr. Risma Illa Maulany, S.Hut., M.NatRest. dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada narasumber yang telah menyempatkan waktunya memberikan kuliah umum dan berbagi pengalaman terkait serangga.

“Saya berharap pada kuliah umum ini bapak Pramesa bisa memberikan pengalaman dan membekali mahasiswa yang ingin berkarir di bidang serangga, karena seperti yang kita ketahui serangga banyak sekali jenisnya, semoga kedepannya kita bisa bekerjasama baik secara individu maupun lembaga”, jelas Risma

Raden Pramesa Narakusumo, S.Si., M.Sos. mengawali materi dengan menyampaikan bahwa serangga memiliki bentuk yang beraneka ragam, mempunyai peran di alam yang sangat banyak  dan mengalami proses metamorfosis, salah satunya adalah Kumbang Moncong .

“Kumbang moncong merupakan serangga dari ordo coleoptera atau kumbang yang mempunyai elitra atau sayap yang mengeras, serangga biasanya memiliki dua pasang sayap, namun khusus kumbang ini sayap atasnya itu mengeras yang melindungi sayap belakang, sehingga ketika terbang harus membuka elitra dulu dan mengembangkan sayap belakangnya lalu terbang”, jelas Pramesa

Kumbang 38 persen dari keseluruhan serangga yang diketahui saat ini, dan jumlah yang mendominasi itu ada ordo berdasarkan katalog of life sekitar dua ratus lima puluh ribu kumbang yang sudah di identifikasi di seluruh dunia dan ordo terbesar adalah kumbung mocong.

Serangga memiliki 32 ordo dan 2,5 juta organisme yang sudah di deskripsi, serangga muncul 479 juta tahun yang lalu, serangga terbang 407 tahun yang lalu dan serangga mengalami metamorfosis 315 juta tahun.

Serangga dikatakan sebagai organisme sukses karena bisa melampaui berbagai macam periode dan era bahkan ratusan juta tahun karena ada beberapa hal seperti ukurannya kecil sehingga gesit bisa sembunyi dan dan lain-lain. Serangga terkenal karena ada tahapan metamorfosis dari larva, ulat dan kepompong. Kegiatan berlangsung lancar sampai pukul 13.00 dan diakhiri dengan diskusi bersama.

Bagikan