Kuliah Umum Prodi Rekayasa Kehutanan: Penelitian Fosil Kayu, Prospek dan Tantangannya Di Indonesia

Tamalanrea-Makassar. Fakultas Kehutanan Unhas melalui Program Studi Rekayasa Kehutanan menggelar kuliah umum dengan tema “Penelitian Fosil Kayu : Prospek dan Tantangannya Di Indonesia. Menghadirkan Peneliti Ahli Muda Listya Mustika Dewi, S.Hut., M.FES (Pusat Standarisasi Instrumen dan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan, KLHK) sebagai narasumber, berlangsung hari ini Kamis (21/10/2021) secara virtual melalui platform zoom meeting pada pukul 11.00 Wita. Listya Mustika Dewi mengatakan bahwa ditemukannya fosil kayu pada masa sekarang ini menjadi bukti yang sesungguhnya terkait tumbuhnya jenis pohon pada zaman dahulu sehingga bisa merekonstruksi kembali jenis tumbuhan apa yang tumbuh pada zaman dahulu dan jenis tumbuhan apa yang tumbuh di Indonesia.

Mengawali kegiatan Ketua Program Studi Dr. A. Detti Yunianti, S.Hut., MP dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada narasumber atas kesediaannya memberikan ilmu terkait fosil kayu pada kuliah umum kali ini. 

Listya Mustika Dewi menjelaskan bahwa seluk beluk dan identitas fosil kayu yang dapat diketahui melalui tiga bidang ilmu yaitu ilmu anatomi tumbuhan, ilmu geologi dan ilmu fitogeografy. 

“Dalam mempelajari dan melakukan penelitian terkait fosil kayu memerlukan beberapa bidang ilmu seperti ilmu anatomi kayu atau anatomi tumbuhan, melalui ilmu anatomi kayu kita bisa mengetahui fosil botani tersebut, kedua ilmu geologi, ilmu ini penting untuk mengetahui umur sedimen sehingga bisa memperkirakan umur fosil kayu, dan fitogeografi terkait ilmu persebaran dan ilmu penyebab kepunahan”, jelas Listya

Latar Belakang pentingnya fosil kayu yaitu bisa dijadikan sebagai sumber informasi historis hutan purba atau sejarah ekologi tumbuhan yang berguna untuk generasi yang akan datang, selain itu dapat juga dijadikan referensi untuk program penanaman

Ciri-ciri diagnostic anatomi kayu yaitu Pembuluh baur, sebagian besar soliter (92 %), Trakeida vasisentrik, Sel idioblas, Tilosis, Komposisi jari-jari homoseluler dan heteroseluler (1-4 sel tegak) dan Ceruk antar pembuluh selang-seling dan berumbai

Listya Mustika Dewi menjelaskan bahwa prospek fosil kayu terdiri dari tiga yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), Ekowisata dan Sosial Ekonomi sedangkan tantangannya yaitu adanya regulasi (Perlindungan, pengawetan dan pemanfaatannya), penetapan kawasan in-situ/ex-situ, penelitian dan kerjasama multipihak. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 270 peserta dan diakhiri dengan sesi diskusi, berlangsung lancar sampai pukul 13.00 Wita.

Bagikan